Tuesday, October 18, 2016

Arsitektur, Layanan Telematika dan Teknologi

Arsitektur

1. Pengertian Arsitektur Telematika
Istilah arsitektur mencakup merancang atau mendesain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem diolah dan ditempatkan agar komponen tersebut dapat berinteraksi. Arsitektur sistem harus berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan bagaimana pemakai dapat berinteraksi dengannya. Sehingga dapat diartikan, Arsitektur Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

-          Arsitektur  dari sisi klien
Arsitektur dari sisi klien mengarah pada  pelaksanaan data  pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :
1.  Selalu memulai permintaan ke server.
2.  Menunggu dan menerima balasan dari server.
3.  Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
4.  Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien.

-           Arsitektur dari sisi server
         Pada sisi server, terdapat server Web khusus yang mengeksekusi perintah dengan menggunakan metode HTTP. Contoh dari sisi server adalah penggunaan CGI script yang tertanam di halaman HTML, hal tersebut dapat memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi. Beberapa ciri khas dari sisi server, sebagai berikut :
1.  Menunggu permintaan dari salah satu client.
2.  Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
3.  Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
4.  Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar pada era ini.


Layanan Telematika

    Pada saat ini media informasi sudah banyak berkembang. Teknologi telematika yang telah berkembang mampu menyampaikan suatu informasi melalui media yang semakin canggih. Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Ini merupakan suatu bentuk hubungan saling bertukar informasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lain. Layanan Telematika itu adalah Layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Layanan Telematika (dalam bhs.Inggris disebut juga Telematics Services) dewasa ini sudah banyak digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.
    Dari berbagai sumber yang saya baca jenis-jenis layanan telematika itu dibagi menjadi:
1.      Layanan Telematika di Bidang Informasi
2.      Layanan Telematika di bidang Keamanan
3.      Layanan Context Aware dan Event-Based
4.      Layanan Perbaikan Sumber

1. Layanan Informatika di Bidang Informasi

    Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan seimbang dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

Keuntungan:

·         Pemerataan teknologi bagi masyarakat menengah kebawah, dan mempermudah masyarakat di pedesaan atau pelosok untuk menggunakan teknologi sesuai perkembangan zaman. Sebagai alat penunjang pembelajaran di sekolah agar dapat memberikan wawasan yang lebih luas.

Kerugian:
·         Bagi pengguna layanan teknologi untuk mengakses informasi tidak digunakan dengan bijak atau sewenang – wenang tanpa pengawasan dapat berakibat buruk bagi pembentukkan karakter dan moral karena lewat layanan telematika di bidang informasi kejahatan dapat dilakukan dengan mudah. Seperti pencurian data, mengakses situs untuk dewasa, dan lain – lain.

2. Layanan Telematika di Bidang Keamanan

    Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri dari enkripsi, penggunaan protokol, penentuan akses control dan audit. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak sesuai dengan fungsinya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga suatu data dalam jaringan agar tidak mudah terhapus atau hilang.
    Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:
    1.  navigation assistant
    2.  weather,stock information
    3.  entertainment and M-commerce
    4.  penggunaan Firewall dan Antivirus

Keuntungan:
·         Layanan telematika di bidang keamanan memiliki keuntungan yang sangat membantu dalam bidang keamanan sistem informasi untuk mengurangi pencurian data, pengaksesan sistem informasi secara ilegal dan lain-lain.

Kerugian:
·         Keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum / Hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.

3. Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness
    Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

a. The acquisition of context
    Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh: pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b. The abstraction and understanding of context
    Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
c. Application behaviour based on the recognized context
    Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Keuntungan:
·       Dengan layanan ini pengguna dapat membuat sistem yang bersifat otomatis dengan memasukkan parameter – parameter sebagai data user, preferensi user sebagai kemampuan dalam memberikan keputusan yang cepat dan akurat.

Kerugian:
·       Adanya masalah – masalah yang timbul karena parameter dan data yang tidak sesuai dengan permasalahan yang ada.

4. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
    Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan.  RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
    Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
    Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :

a.    Dilihat dari bidang ekonomi
 Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.


b.    Dilihat dari bidang politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.

Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu:
1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layana publik.

Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a) Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b)Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.



Teknologi

Apa itu Wireless ?
Kata wireless di definisikan sebagai “tidak memiliki kabel”. Dalam bahasa jaringan wireless adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan setiap komputer jaringan dimana tidak ada sambungan kabel fisik antara pengirim dan penerima, melainkan jaringan terhubung oleh gelombang radio untuk berkomunikasi. Dan Wireless adalah sebuah WLAN yang menyediakan jaringan komunikasi nirkabel jarak pendek menggunakan radio atau sinyal inframerah bukan menggunakan kabel jaringan, dan digunakan untuk memperluas area jaringan lokal yang sudah ada.

Bagaimana mekanisme kerja Jaringan Wireless ?
Untuk menghubungkan sebuah komputer yang satu dengan yang lainnya, maka diperlukan adanya jaringan Wireless. Ada 3 komponen yang dibutuhkan agar komponen-komponen yang berada dalam wilayah jaringan wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, komponen-komponen tersebut adalah :
1. Sinyal Radio (radio Signal)
2. Format Data (Data Format)
3. Struktur Jaringan atau Network (network Structure)

Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Dan dalam jaringan komputer dikenal dengan 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu :
1. Physical Layer
2. Data Link Layer
3. Network Layer
4. Transport layer
5. Session Layer
6. Presentation Layer
7. Application Layer

Selanjutnya setelah komponen-komponeen tersebut tersedia maka cara kerja wireless selanjutnya cukup mudah dan sederhana. Cara kerja wireless ini dimungkinkan karena komputer memiliki built transreceiver seperti wakly-talky. Transreceiver yang disebut adapter wireless. Adaptor wireless melakukan sejumlah pekerjaan. Pertama, mendeteksi apakah ada jaringan wireless disekitar komputer melalui radio dan tuning menghubungkan penerima untuk mendeteksi setiap sinyal yang masuk. Setelah terdeteksi, untuk menghubungkannya melalui sign dan otentikasi pengguna. Apapun data yang dikirim dari komputer atau melalui laptop diubah melalui adaptor wireless, dari bentuk digital (0s dan 1s) menjadi sinyal radio (bentuk analog).

Konversi sinyal dari data digital kebentuk analog disebut ‘modulasi’. Sinyal data digital ditumpangkan pada gelombang radio analog. Beberapa cara kerja wireless yang berbeda untuk melakukan hal ini, sehingga bagian data digital lebih banyak dapat dibawa oleh gelombang radio analog. Teknik yang digunakan untuk modulasi menentukan kecepatan transfer data dari jaringan wireless. Selanjutnya sinyal radio yang disalurkan yang biasanya memiliki frekuensi lebih dari 2,4 Giga Hertz diterima oleh sebuah router wireless atau sebuah wireless adapter.

Sebuah router wireless adalah stasiun penerima dari jaringan wireless. Hal ini direkonversi dari sinyal data radio ke dalam bentuk digital oleh sinyal ‘demodulating’ dan mengirimkannya melalui koneksi kabel Ethernet ke jalur super informasi yaitu internet. Cara kerja wireless selanjutnya adalah proses sebaliknya ketika menerima informasi pada komputer melalui jaringan wireless. Kali ini router menerima data digtal dari internet dan memodulasi kedalam bentuk analog. Kemudian antena adapter wireless menerima sinyal analog dimodulasi dan demodulates kembali kedalam bentuk digital dan ditransfer kedalam komputer.

Sebuah teknologi yang kemungkinkan semua ini terjadi karena adanya jaringan wireless, link yang penting dalam jaringan wireless adalah router dan adapter wireless. Saat ini, kebanyakan laptop atau komputer sudah dilengkapi dengan hardware dan software wireless. Jaringan HotSpot wireless daerah di sekitar router wireless yang memiliki kekuatan sinyal yang tinggi. Tentunya cara kerja wireless melakukan transfer data yang lebih cepat di jaringan wireless ini.

Dan berikut contoh yang menggunakan Wireless :
1. Infrared
2. Bluetooth
3. Radio Frequency
4. Wifi

Bagaimana Terminal dalam Telematika ???
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.

Dalam contoh kasus diatas, dhcp server, tftp server, nfs server dan xdm server berada dalam satu mesin komputer atau disebut server. Pada saat komputer terminal/client selesai melakukan proses booting dan user login ke dalam server, beberapa program aplikasi akan berjalan didalam server tetapi output / tampilan akan berada pada komputer terminal/client.

Ini adalah teori dasar dari x-windows ltsp. Komputer terminal/client hanya berjalan pada linux kernel, Xfree86, Init dan print server daemon untuk melakukan pencetakan ke dalam lokal printer. Karena program ini adalah sangat kecil agar dapat dijalankan pada komputer terminal/client maka kita dapat melakukan penghematan daya listrik dengan memakai power yang rendah dan dapat dijalankan dengan menggunakan komputer 486 16mb untuk ram dengan tampilan x window terminal/client (tanpa hardisk).

Bila kita menggunakan beberapa komputer terminal/client dengan satu server permasalahan yang timbul jika komputer terminal/client akan berjalan, komputer terminal/client akan butuh untuk menulis beberapa files ke dalam server, dan juga komputer terminal/client membutuhkan untuk menghubungkan beberapa sistem file root. Jika mempunyai 50 komputer terminal/client kita membutuhkan 50 bagian direktori yang harus diexported.

Ini adalah salah satu kenyataan dan tantangan yang harus di coba untuk ditangani. Garis besarnya, tutorial singkat ini akan memberikan contoh konfigurasi file dan program yang dibutuh

Arsitektur Telematika

1. Pengertian Arsitektur Telematika
Istilah arsitektur mencakup merancang atau mendesain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem diolah dan ditempatkan agar komponen tersebut dapat berinteraksi. Arsitektur sistem harus berdasarkan konfigurasi sistem secara keseluruhan yang akan menjadi tempat dari DBMS, basis data dan aplikasi yang memanfaatkannya yang juga akan menentukan bagaimana pemakai dapat berinteraksi dengannya. Sehingga dapat diartikan, Arsitektur Telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP) yang dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

-          Arsitektur  dari sisi klien
Arsitektur dari sisi klien mengarah pada  pelaksanaan data  pada browser sisi koneksi HTTP. Contohnya adalah JavaScript dari sisi eksekusi client dan cookie dari sisi penyimpanan pada client. Beberapa ciri khas dari sisi client, sebagai berikut :
1.    Selalu memulai permintaan ke server.
2.    Menunggu dan menerima balasan dari server.
3.    Biasanya terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
4.    Biasanya berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web browser, e-mail klien, dan online chat klien.

-           Arsitektur dari sisi server
         Pada sisi server, terdapat server Web khusus yang mengeksekusi perintah dengan menggunakan metode HTTP. Contoh dari sisi server adalah penggunaan CGI script yang tertanam di halaman HTML, hal tersebut dapat memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi. Beberapa ciri khas dari sisi server, sebagai berikut :
1.    Menunggu permintaan dari salah satu client.
2.    Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
3.    Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
4.    Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar pada era ini.
REFERENSI: https://nidafe.wordpress.com/2015/10/12/arsitektur-telematika/
Kelanjutan dari materi ini yaitu tentang Layanan telematika dan Teknologi akan dijelaskan pada:

Layanan Telematika: Ario Christianto
NPM: 11113354
Blog: http://ariochristiantoo.blogspot.co.id/

Teknologi:Ardiansyah
NPM: 11113245
Blog: http://ardiansyah0926.blogspot.co.id/


Thursday, September 29, 2016

Pengenalan Ilmu Telematika

1. Pengenalan dan penjelasan Telematika
Jawab: Telematika itu berasal dari bahasa perancis, yaitu “Telematique” yang artinya adalah system jaringan komunikasi bertemu dengan teknologi informasi. Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978. Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

2. Bidang-bidang ilmu yang mendasari Telematika
Jawab:  - Telekomunikasi
                          - Informatika
                          - Multimedia dan Informatika

3. Bidang-bidang yang memanfaatkan Telematika
Jawab:  -  E-Government: E-government digunakan untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Contoh riil      dari program e-government ini adalah adanya badan yang secara khusus mengurus hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi (TKTI).
-  E-Commerce: Prinsip dasar dari e-commerce adalah proses jual beli yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Proses jual beli yang dimaksud meliputi pemasangan iklan, melakukan pemesanan barang, melakukan pembayaran, sampai mengirim dokumen klaim.
-  E-Learning: E-learning merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya.

4. Perangkat yang dibutuhkan didalam ilmu Telematika
Jawab: - Perangkat Keras : 1. LCD Proyektor,
                             2. Printer
     3. Ploter
     4. Scanner
     5. Digitizer

- Perangkat lunak : 1. Aplikasi Bidang pendidikan : E-Learning, Informasi Akademik, Pendaftaran Online,     dll. Sedangkan,Infrastruktur komunikasi untuk mendukung teknologi telematika antara lain adalah jaringan seluler (HP), jaringan Satelit, jaringan Siaran Radio/TV, jaringan Titik Akses dan lainnya.
2. Aplikasi Keselamatan dan Keamanan misalnya: SOS, Kontrol Jarak Jauh, Tracking              Otomatis, dll.
            3. Aplikasi navigasi : informasi Trafiki, Cuaca, GPS, dll.
            4. Aplikasi komunikasi : Handfree, SMS dan MMS, Video Call, dll
            5. Hiburan : Musik, Video, Game, dll.
      6. Aplikasi bidang kesehatan misalnya: Respon Kecelakaan, Rekam Medis,    Manajemen Sumber Daya, konsultasi Jarak jauh, dll.
7.Aplikasi bidang pemerintahan : Layanan Kependudukan, Catatan Sipil, SIM, dll.

5. Keuntungan dan kerugianilmu Telematika
Jawab:  Keuntungan Telematika : 1. Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan  biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
2. Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja  pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
3.  Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
Kerugian Telematika: 1. Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
2. Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
3. Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.

Friday, June 3, 2016

tugas bahasa indonesia 2

Nama anggota :          1. Adiel Tri Rahardjo (10113198)
                                     2. Andre Sunggoro (10113918)
                                     3. Rafi Zulfikri (17113126)
Judul buku : in a blue moon
Nama pengarang : ilana tan
Halaman buku :318
Sinopsis :
            In a Blue Moon bercerita tentang Sophie Wilson seorang gadis cantik yang pandai membuat kue, yang mempunyai masa lalu buruk dengan Lucas Ford, seorang laki-laki yang dia tidak kenal. Tapi sialnya, kakek mereka yang kenal dekat bersepakat untuk menjodohkan mereka.
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang sudah kenal dekat.
        Sophie tidak menerima keputusan kakeknya itu. Ia yang sangat membenci Lucas, merasa hidupnya begitu hancur saat mendengar berita itu. Sampai mati pun, ia tidak mau dijodohkan dengan Lucas. Tapi sebaliknya, Lucas justru terlihat berminat, ia melakukan segala cara untuk bisa berdekatan dengan Sophie. Ia sama sekali tak merespon Miranda, yang mengejar-ngejar dirinya.
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu.
Tokoh – tokoh yang muncul dalam novel In a Blue Moon:
1. Lucas Ford : Seorang koki di sebuah restauran, cucu dari Gord Ford, seorang yang pantang menyerah untuk mendapatkan yang ia inginkan.
2. Sophie Wilson: Seorang gadis yang pandai membuat kue, yang punya masa lalu buruk dengan Lucas Ford.
3. Gordon Ford : Kakek dari Lucas, berusia 75 th yang masih sehat, sangat aktif, dan sangat mandiri. sahabat dari Thomas Wilson.
4. Thomas Wilson : Kakek dari Sophie, yang tidak pantang menyerah, dan ingin memberikan yang terbaik untuk cucunya.
5. Miranda : Teman dekat dari Lucas, berfisik tinggi, cantik, rambut merah, dan mata hijau yang menyukai Lucas.
6. Spencer Wilson: Kakak dari Sophie dan cucu dari Thomas, seorang kakak yang dewasa, dan ramah.
7. Tyler : Kakak dari Sophie dan cucu dari Thomas. Bertumbuh jangkung, berambut coklat terang, dan penyayang.
8. Nicholas Li : Teman dekat dari Shophie yang menyukai Shophie.
9. Christina : salah satu seorang karyawan Sophie di A Piece of Cake, ramah, baik dan dapat menjadi panter yang baik.
10. Toby Grant : Teman lama dari Lucas
• Kelemahan :
Kuatnya karakter tidak didukung dengan pemaparan latar belakang kedua tokoh yang mumpuni. Misalnya bagaimana akhirnya Sophie bisa memiliki toko kue atau bagaimana Lucas yang tidak terlihat tertarik pada dunia memasak akhirnya bisa menjadi koki. Atau mungkin mengulas beberapa masakan yang diciptakan mereka berdua. Hal-hal seperti itu saya rasa tidak ada salahnya dibahas, atau mungkin penulis sengaja ingin fokus dengan konflik antara Lucas-Sophie saja.
• Kelebihan :
Walaupun mengambil alur cerita yang sudah biasa, tapi kemasan Ilana Tan benar-benar berbeda dengan penulis lainnya. Di novel ini hampir sama seperti novel-novel Ilana Tan sebelumnya, ia tidak pernah mendeskripsikan tokohnya secara terang-terangan. Tapi entah mengapa, saya masih tetap punya bayangan fisik tentang tokoh-tokoh yang Ilana Tan gunakan.
• Kesimpulan :
Dari novel di buat oleh Ilana Tan ini, saya dapat mengambil beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus menghormati keputusan orang tua mesti sebenarnya hal itu bertentangan dengan keinginan kita. Selain itu pelajaran hidup yang dapat di ambil adalah seorang atasan tidak harus se-enaknya dengan bawahan, atasan dan bawahan juga dapat menjadi panter yang baik. Novel ini juga benar-benar mengambil cerita di kehidupan sehari-hari.







DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL
HALAMAN PENGESAHAN                                                                                    DAFTAR ISI                                                                                                                         RINGKASAN                                                                                                                     
 BAB 1. PENDAHULUAN                                                                                                   
1. Latar Belakang                                                                                                            1
2. Identifikasi Masalah                                                                                                2
3. Pembatasan Masalah                                                                                               2
4. Rumusan Masalah                                                                                                     2
5. Signifikansi Penelitian                                                                                             3
6. Kajian Riset Sebelumnya                                                                                        3

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA                                                                                                     1. Keunggulan Kompetitif Perguruan Tinggi                                                             4
2. Community Developmnet                                                                                             5
3. Networking                                                                                                                        5
BAB 3. METODE PENELITIAN                                                                                      
 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN                                                            
 DAFTAR PUSTAKA                                                                                                       
LAMPIRAN-LAMPIRAN                                                                                             


                       
RINGKASAN
Pendidikan tinggi islam yang memiliki keunggulan kompetitif  merupakan jantung kinerja lembaga pendidikan islam dalam sebuah pasar yang kompetitif.  Banyak faktor yang mempengaruhi keunggulan sebuah perguruan tinggi islam. Faktor-faktor tersebut diantaranya  community development dan hubungan kemitraan (networking). Faktor community development merupakan  metode memecah tanggung jawab (responsibility), dari dalam organisasi sampai ke luar organisasi pada aktivitas-aktivitas lokal yang relevan untuk memahami perilaku sosial dan lingkungan. Kemudian pandangan dalam konsep community development tersebut dikembangkan dengan hubungan kemitraan (networking). Hubungan kemitraan dibangun untuk memperkuat eksistensi dan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan tinggi islam menjadi lebih baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor mana yang mempengaruhi keunggulan kompetitif pendidikan tinggi islam di wilayah Kabupaten  Jombang. Bentuk analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi Multivariate Principle Component dengan metode Ordinary Least Square . Analisis statistik ini merupakan kombinasi analisis komponen utama dengan analisis regresi. Keunggulannya mampu menyederhanakan variabel yang diamati dengan mereduksi dimensinya terutama untuk mengatasi terjadinya multikolinieritas yang tinggi yang sering terjadi pada analisis regresi multivariate pada umumnya.
Penelitian ini dilaksanakan pada  pendidikan tinggi islam yang ada di wilayah Kebupaten Jombang Jawa Timur, dengan waktu penelitian mulai dari tanggal 4 April 2013 sampai dengan tanggal 9 Oktober 2013. Populasi target dalam penelitian ini adalah  perguruan tinggi islam di Jombang, sedangkan populasi terjangkau adalah 4 perguruan tinggi islam yang masing-masing diambil sebanyak  50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak terstratifikasi (stratified random sampling), yakni mengambil sampel secara acak proporsional dari masing-masing kelompok yang ada di masing-masing perguruan tinggi islam. Dari hasil penelitian ini ingin didapatkan faktor mana yang mempengaruhi secara simultan terhadap keunggulan kompetitif pendidikan tinggi islam.
Kata kunci:  Regresi Multivariate Principle Componen, metode Ordinary Least square (OLS), Community Development, Networking.







BAB I
PENDAHULUAN



1. Latar Belakang
Perkembangan dan kemajuan pesat di bidang industri dan teknologi informasi menyebabkan perubahan besar di berbagai aspek dan bidang kehidupan manusia. Kondisi ini mendorong  organisasi pendidikan tinggi untuk mengikuti dan berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan tersebut, yang berarti operasional organisasi menjadi semakin kompleks dan persaingan akan semakin ketat. Hal ini mendorong pula terjadinya pergeseran-pergeseran paradigma di dalam organisasi terutama di bidang pendidikan tinggi islam.
Persaingan yang bersifat global dan tajam  di bidang pendidikan tinggi menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan yang diperoleh lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan tinggi  yang memasuki sampai pada tingkat persaingan dunia. Keadaan ini memaksa manajemen mencari berbagai strategi baru yang menjadikan pendidikan tinggi islam mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat nasional bahkan tingkat dunia. Hanya lembaga pendidikan  yang memiliki keunggulan pada tingkat nasional maupun dunialah yang mampu bertahan dan berkembang, fleksibel memenuhi kebutuhan konsumen, mampu menghasilkan lulusan (out put) yang bermutu, dan cost effective (Srimindarti dan Indarti, 2003).
Persaingan dapat dipandang sebagai pengelolaan sumber daya sedemikian rupa sehingga melampaui kinerja . Untuk melaksanakannya, pendidikan tinggi islam perlu memiliki keunggulan kompetitif yang merupakan jantung kinerja lembaga pendidikan islam dalam sebuah pasar yang kompetitif. Selanjutnya Porter (1985) menyatakan bahwa untuk mengidentifikasi sumber-sumber dan potensi keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan, diperlukan suatu alat analisis yang disebut konsep community development sebagai suatu metode memecah tanggung jawab (responsibility), dari dalam organisasi sampai ke luar organisasi pada aktivitas-aktivitas strategis yang relevan untuk memahami perilaku sosial dan lingkungan. Karena suatu aktivitas biasanya hanya merupakan bagian dari kesatuan aktivitas yang lebih besar dari suatu sistem yang menghasilkan nilai (Shank dan Govindarajan, 1997).
Dalam penelitian ini, ingin mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan lembaga pendidikan tinggi islam  melakukan pengelolaan aktivitas-aktivitas strategisnya dengan analisis community development. Kemudian bagaimana pandangan dalam konsep community development tersebut dikembangkan dengan hubungan kemitraan (networking). Dengan melakukan analisis  regresi multivariate principle component diharapkan akan didapatkan factor-faktor mana yang dapat membentuk hubungan terhadap pendidikan tinggi islam yang unggul dan kompetitif sehingga diharapkan akan dapat menjelaskan di mana posisi tanggung jawab social dapat ditingkatkan karena pengelolaan community development dan membangun kemitraan yang efektif dan berkesinambungan memungkinkan pendidikan tinggi islam untuk memiliki keunggulan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar global.
2. Identifikasi Masalah
Untuk membentuk karakter pendidikan tinggi islam yang unggul dan mampu bersaing dapat dianalisis berdasarkan atas beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah   bagaimana lembaga tersebut mampu:
a. memberdayakan masyarakat sekitar ;
b. peduli terhadap lingkungan ;
c. memiliki jaringan dan kerja sama dengan lembaga lain yang saling menguntungkan serta berkesinambungan.
3. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identiffikasi masalah maka penelitian ini menggunakan pemberdayaan masyarakat (Community Development) dan networking  untuk melihat hubungannya secara simultan terhadap pembentukan karakter pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif dengan pertimbangan mudah membangun indikator sebagai sumber data penelitian.

4. Perumusan Masalah
Sesuai dengan hubungan yang telah dibatasi maka dibangun rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apakah Analisis Develompment Community memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif.
  2. Apakah networking memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif?
  3. Apakah analisis development community dan networking secara simultan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif?
5. Signifikansi Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
  1. sebagai indikator awal untuk mengukur kualitas pendidikan tinggi islam;
  2. sebagai kontribusi untuk membentuk  jaminan mutu pendidikan tinggi islam;
  3. sebagai referensi untuk membangun karakter pendidikan tinggi islam mencapai Word Class University (WCU).

6. Kajian Riset Sebelumnya
Zamhariri (2008) dalam penelitiannya berjudul “Pengembangan Masyarakat: Perspektif Pemberdayaan dan pembangunan” menyebutkan bahwa organisasi pendidikan  memformulasikan  Community Development dalam meningkatkan perekenomian masyarakat salah satunya adalah memberikan arahan pencapaian sasaran dan tujuan pembengunan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan. Namun tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap adanya networking dengan pihak-pihak lain yang berkompeten.  Sehingga dari dasar penelitian ini maka perlu menyelaraskan hubungan Community Development dengan jaringan sehingga bisa membentuk organisasi yang unggul dan kompetitif.
Mustaqim Sirathal (2008) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa analisis community development digunakan untuk membangun pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif, namun tidak terlalu mendalam mengkaji keterlibatan jaringan kerja sama.  Dengan memperhatikan peranan networking sebagai bagian dari pembentukan pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif maka perlu dilakukan analisis yang mengkombinasikan community development dan networking sebagai upaya strategis untuk membangun karakter pendidikan tinggi islam unggul dan kompetitif,  secara global Word Class Univercity (WCU) bisa terwujud.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Keunggulan Kompetitif Pendidikan Tinggi Islam
Keunggulan kompetitif (competitive advantage) dapat dicapai oleh suatu pendidikan tinggi islam dengan menciptakan customer value yang lebih baik daripada kompetitor dengan harga yang sama atau menciptakan customer value yang sama dengan kompetitor, tetapi harga lebih rendah (Hansen & Mowen, 1997). Customer value adalah selisih antara sesuatu yang diterima konsumen dengan sesuatu yang telah dikorbankan oleh konsumen.
Menurut Shriviastava (1994), sumber keunggulan kompetitif suatu perusahaan adalah  aset atau sumber daya yang dapat menyediakan efisiensi dan pengurangan biaya serta perolehan pasar. Hal-hal yang termasuk di dalamnya adalah biaya relatif dan pengendalian bahan baku, tenaga kerja ahli, lini produk yang terdiferensiasi dengan baik, pengendalian distribusi, konsumen yang layak, reputasi perusahaan, serta teknologi yang lebih rnaju. Ada beberapa cara untuk menciptakan keunggulan kompetitif pada pendidikan tinggi islam, yaitu sebagai berikut.
  1. Preemptive moves, yaitu suatu pendidikan tinggi islam menjadi pelaku utama atau perintis dalam sebuah  pendidikan. Dengan cara ini suatu pendidikan tinggi islam mempunyai banyak kesempatan dalam berbagai bidang pendidikan untuk melakukan segala sesuatu lebih dahulu daripada pesaing (sebagai leader).
  2. Kepemimpinan produk pendidikan, yaitu dengan menawarkan pertama kali suatu produk pendidikan yang inovatif, biaya, model pembelajaran, dan tati-ciri tertentu yang unik ke dalam pasar.
  3. Hak paten dan teknologi. Penggunaan teknologi maju dapat menunjang efisiensi, baik biaya, waktu maupun efektivitas, yaitu berupa kualitas lulusan yang bermutu.
  4. Keunggulan biaya dan efisiensi dalam pembiayaan aktivitas pendidikan tinggi islam  sehingga tidak terlalu terikat dalam batas penawaran biaya pendidikan yang ketat untuk meraih keuntungan.
  5. Struktur keuangan lembaga pendidikan. Pendidikan tinggi islam dapat memperoleh keunggulan kompetitif melalui manajemen pembiayaan syariah yang ketat dan terkendali.
Dadang (2010) memberikan makna berkompetisi secara sukses mempunyai tiga implikasi posisi:
  1. Perusahaan dikatakan sangat sukses berkompetisi, jika mendapatkan keunggulan kompetitif atau competitive advantage, dimana tindakan perusahaan  atau pasar memberikan nilai tambah ketika hanya beberapa perusahaan melakukan tindakan serupa.
  2. Perusahaan dikatakan sukses berkompetisi, jika mendapatkan competitive parity atau kesamaan dalam kompetisi, yakni ketika perusahaan i atau pasar memberikan nilai tambah dimana banyak perusahaan melakukan tindakan serupa.
  3. Perusahaan dikatakan gagal berkompetisi, jika memperoleh competitive disadvantage atau ketidakunggulan kompetitif, yakni ketika tindakan perusahaan atau pasar gagal menciptakan nilai ekonomis.
2. Konsep dan Metode Analisis Community Development (CDA).
Penguatan masyarakat adalah melakukan analisis kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat miskin, marjinal, terbelakang dan tertindas dari pihak yang kuat atau berkuasa agar masyarakat bisa hidup mandiri dan memiliki status posisi tawar yang kuat dengan pihak lain. Kegiatan ini di kalangan para aktifis pemerhati masyarakat biasa disebut dengan pemberdayaan masyarakat, pembangunan masyarakat atau pengembangan masyarakat yang disebut dengan Community Development Analysis (CDA). Jadi Mustaqim Sirathal (2008) menyebutkan bahwa CDA adalah suatu bentuk metode analisis yang menggunakan pendekatan pembangunan yang biasa di pakai oleh pemerhati masyarakat seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) baik lokal, nasional maupun international dan keterlibatan pendidikan tinggi islam dalam memerangi kemiskinan atau keterbelakangan dan pendekatan ini menititik beratkan pada pengembangan sumberdaya masyarakat lokal yang ada.
3. Kemitraan (Networking)
Jejaring Kerja (kemitraan) atau sering disebut partnership, secara etimologis berasal dari akar kata partner. Partner dapat diartikan pasangan, jodoh, sekutu atau kompanyon. Sedangkan partnership diterjemahkan persekutuan atau perkongsian. Dengan demikian, kemitraan dapat dimaknai sebagai suatu bentuk persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk satu ikatan kerjasama di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik. Pendapat senada disampaikan Andrew (2009) bahwa kemitraan bisnis merupakan kerjasama terpadu antara dua belah pihak atau lebih, secara serasi, sinergis, terpadu, sitematis dan memiliki tujuan untuk menyatukan potensi bisnis dalam mengahasilkan keuntungan yang optimal.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan antara analisis Community Development dan networking  secara simultan terhadap keunggulan kompetitif pendidikan tinggi islam.
2. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada 4 pendidikan tinggi islam di Jombang Jawa Timur, dengan waktu penelitian mulai dari tanggal 4 April 2013 sampai dengan tanggal 9 Oktober 2013.
3. Metode dan Disain Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengkaji hubungan antara Analisis Community Development dan networking terhadap keunggulan kompetitif pendidikan tinggi islam. Dari hasil pengajian ini didapatkan pembuktian  teori yang dibangun dari analisis Community Development (CDA) dan networking terhadap konsep pembentukan sistem pendidikan islam berkarakter pada pendidikan tinggi yang unggul dan kompetitif.  Uji statistik yang digunakan adalah Analisis Regresi Komponen Utama  dengan pertimbangan untuk mengatasi terjadinya multikolinearitas tinggi antara variable-variabel bebas (Kadir, 2010).

4. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi target dalam penelitian ini adalah  perguruan tinggi islam di Jombang, sedangkan populasi terjangkau adalah 4 perguruan tinggi islam sebanyak 200 responden.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak terstratifikasi (stratified random sampling), yakni mengambil sampel secara acak proporsional dari masing-masing kelompok yang ada di masing-masing perguruan tinggi islam.
Penentuan jumlah sampel menggunakan rumusan (Bungin, 2009), sebagai berikut:
                                                                                                             (1)
Keterangan:
n = Ukuran sampel
N = Ukuran populasi
d =  Nilai presisi (ditentukan, yaitu 99,5 % atau a = 0,05)
5. Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi ganda.
a.. Model Analisis
(2)
Dimana :
Y         = Pendidikan Tinggi Unggul Kompetitif
X1        = Analisis Community Development
X2        = Networking
β0         = Intercept, yaitu titik potong antara garis regresi dengan sumbu tegak Y
atau  nilai Y jika semua variable bebas Xi bernilai nol.
Βj         = Slope, menyatakan besarnya penambahan atau pengurangan dalam
variable  Y untuk setiap penambahan satu unit Xi, ( I = 1,2,3) untuk
j = 1,2,3
ε          = residual, yaitu selisih nilai respon yang sesungguhnya dengan nilai
taksiran yang diperoleh dari model.

b. Tahap Analisis
1).  Analisis Regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil klasik (Ordinary
       Least Square) untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi
       keunggulan kompetitif pendidikan tinggi islam Jombang sebagai  penduga awal.
2). Uji asumsi-asumsi agar diperoleh model yang tak bias, konsisten dan efisien.
Asumsi-asumsi tersebut diantaranya:
a)      Multikolinearitas
Pada tahap ini dilihat nilai R2 (koefisien determinasi) dan nilai VIF (Variance inflation Factor) serta dilakukan uji individu terhadap parameter model.  Apabila terjadi kasus multikolinieritas maka diselesaikan dengan regresi Stepwise (Stepwise regression).
b)      Heterokedastisitas
Pada tahap ini, untuk mengetahuinya digunakan uji Glejser.  Apabila ditemukan kasus heteroskedastisitas maka solusinya adalah melakukan transformasi terhadap variable.
c)      Autokorelasi
Pada tahap ini uji yang digunakan adalah uji Durbin Watson, namun selain itu juga dilihat dari plot ACF.  Bila 95 % nilai-nilai ACF tidak melebihi batas ± (1,96/ √n), maka asumsi tidak ada autokorelasi terpenuhi.
d)     Berdistribusi Normal
Untuk memeriksa kenormalan dapat digunakan uji Kolmogorov-Smirnov yaitu dengan membandingkan Pvalue statistic Kolmogorov-Smirnov dengan α = 0,05.
Setelah diperoleh model regresi yang sudah memenuhi beberapa asumsi klasik yang telah ditetapkan, maka dari model akhir tersebut dilakukan analisis dan kemudian dibuat kesimpulan.

6. Hipotesis Statistik
     1. Uji Signifikansi Persamaan Regresi Ganda
          a. Uji Signifikan Parameter Regresi Ganda

Dimana β adalah koefisien regresi dan j adalah variable X1 dan X2
          b. Uji Individual Parameter Regresi ganda



    
     2. Uji Sigifikansi Korelasi     
         a. Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda

Dimana ρ adalah korelasi
         b. Uji Signifikansi Korelasi Parsial
             1) Korelasi Y dengan X1
             2) Korelasi Y dengan X2
             3) Korelasi X1 dengan X2
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

1. Anggaran Biaya
Untuk melancarkan pelaksanaan penelitian ini ada dua skema pembiayaan yang dilakukan yaitu usulan biaya ke DIKTI dan pembiayaan mandiri dengan total biaya sebesar Rp. 12.750.000. Secara rinci anggaran biaya terbagi dalam dua bagian, yaitu bagian pertama dalam bentuk justifikasi anggaran dan bagian kedua rekapitulasi anggaran penelitian.
a. Justifikasi Anggaran Biaya Penelitian
Justifikasi anggaran meliputi biaya honor, peralatan penunjang, pembelian bahan habis pakai, biaya perjalanan lokal dan antara kota/kabupaten serta biaya publikasi. Secara lebih rinci besaran anggaran yang dibutuhkan terlihat pada lampiran 1.
b. Rekapitulasi Anggaran Biaya Penelitian
Rekapitulasi anggaran biaya penelitian seperti terlihat pada table berikut.
Tabel 1. Rekapitulasi Anggaran Penelitian

No
Jenis Pengeluaran
Biaya yang
Diusulkan (Rp)
1Gaji dan upah (27,45%)
3.500.000,-
2Bahan habis pakai dan peralatan (47,06%)
6.000.000,-
3Perjalanan (11,76%)
1.500.000,-
4Lain-lain (publikasi, seminar, laporan final) (13,73%)
1.750.000,-
Jumlah (100%)
 12.750.000,-

2. Jadwal Pelaksanaan penelitian
Rencana waktu penelitian mulai dari tanggal 4 April  2013 sampai dengan tanggal 9 Oktober  2013. Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi:
a. pelaksanaan persiapan penelitian;
b. pelaksanaan pra penelitian;
c. sosialisasi dan penetapan lokasi penelitian;
d. pengadaan alat dan bahan penelitian;
e. pelaksanaan studi perpustakaan;
f. pengambilan data di lapangan;
g. analisis data;
h. penyusunan laporan penelitian;
i.  pengiriman laporan penelitian;
j. publikasi hasil penelitian.
Secara lebih rinci tahapan pelaksanaan penelitian terlihat pada lampiran 2.













DAFTAR PUSTAKA

Andrew H, (2009). Kekuatan Networking, Dalam http://pembelajar.com Tanggal
27 Januari
Bungin, Burhan (2009). Metodologi penelitian Kuantitatif, Jakarta: Penerbit Kencana
Prenada Media Grup
Dadang Iskandar. (2010). Manajemen Stratejik. Kuliah I. Dalam
Hansen Don, R and Maryane M.Mowen. (1997). Cost Management : Accounting
            and Control. Cincinnati : South-Western College Publishing.18
Kadir, (2010), Statistika untuk Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta: Penerbit
Rosemata Sampurna.
Mustaqim Sirathal. (2008). Penguatan Masyarakat Dengan Program CD. Dalam  
Porter, Michael, E . (1985). Competitive Strategy. Ney York : The Free Press.
Shank, J.K., and Govindarajan. (1993). Strategic Cost Management. New York:
The Free Press.
Srimindarti, Ceacilia dan MG. Kentris Indarti. (2003). “Value Chain Analysis:
Pengelolaan Aktivitas untuk Menciptakan Keunggulan Kompetitif”. Fokus
Ekonomi 2, 1-7, Semarang : STIE Stikubang
Srivastava, Paul. (1994). Strategic Management: Concept and Practices. Ohio:
South-Western Publishing Co.
Zamhariri (2008), Pengembangan Msyarakat: Perspektif Pemberdayaan dan
Pembangunan,  Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, Vol
4, no. 1
Lampiran 1. Justifikasi Anggaran

1. Honor
Honor
Honor/Jam
(Rp)
Waktu
(jam/minggu)
Minggu
Honor per Tahun
(Rp)
Th I
Th ..
Th n
Ketua
9.260
12
18
2.000.000


Anggota 1
8.300
10
18
1.500.000


SUB TOTAL (Rp)
3.500.000


2. Peralatan penunjang
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kuantitas
Harga
Satuan (Rp)
Harga PeralatanPenunjang  (Rp)
Th I
Th ..
Th n
Peralatan penunjang 1
 Instrumen validasi
  4 paket
 250.000,-
 1.000.000,-


Peralatan penunjang 2
 Instrumen survei
  4 unit
 250.000,-
 1.000.000,-


Peralatan penunjang 3
 Internet
  6 bulan
 250.000,-
 1.500.000,-


Perjalana penunjang 4.
 Laporan akhir
  2 paket
 500.000.-
 1.000.000,-


SUB TOTAL (Rp)
4.500.000,-


3. Bahan Habis Pakai
Material
JustifikasiPemakaian
Kuantitas
HargaSatuan (Rp)
Biaya per Tahun (Rp)
Th I
Th ..
Th n
Material 1
 Kertas HVS
 1 rim
50.000,-
50.000,-


Material 2
 Alat tulis
 1 paket
25.000,-
25.000,-


Material 3
 Tinta print warna
 1 paket
350.000,-
350.000,-


  Material 4
  Materai
 2 lbr
6.000,-
12.000,-


Material 5
 Penjepit kertas
 2 unit
20.000,-
40.000,-


Material 6
 Spidol besar warna
 3 paket
35.000,-
105.000,-


Material 7
 Penjepitkertas besar
 2 unit
35.000,-
105.000,-


Material 8
 Spidol warna kecil
 1 paket
25.000,-
25.000,-


Material 9
 Kertas karton (Cover)
 1 paket
15.000,-
15.000,-


Material 10
 Kertas folio
 4 paket
25.000,-
100.000,-


Material 11
 Kertas foto
 2 paket
45.000,-
70.000,-


Material 12
 Solasi kecil
 3 paket
15.000,-
45.000,-


Material 13
 Solasi besar
 2 paket
10.000,-
20.000,-


Material 14
 Amplop besar
 3 unit
5.000,-
15.000,-


Material 15
 Amplop kecil
 2 unit
2.500,-
5.000,-


Material 16
 Staples sedang
 1 unit
10.000,-
10.000,-


Material 17
 Kertas kuato
 2 rim
55.000,-
110.000,-


Material 18
 Dokumen keeper
 4 unit
75.000,-
300.000,-


Material 19
 Map Plastik
 5 unit
15.000,-
75.000,-


Material 20
 Map kertas
 23 unit
1.000,-
23.000,-


SUB TOTAL (Rp)
1.500.000,-


4. Perjalanan
Material
JustifikasiPerjalanan
Kuantitas
HargaSatuan (Rp)
Biaya per Tahun (Rp)
Th I
Th ..
Th n
Perjalanan ke Jombang
survey/sampling/dll.
 10 paket
 150.000,-
 1500.000,-


Perjalanan ke Surabaya
 Seminar/konsultasi  ahli
  4 paket
 250.000,-
 1.000.000,-


Perjalanan lokal
 Proses pelaporan
 1 paket
 750.000,-
   750.000,-


SUB TOTAL (Rp)
3.250.000,-















Rekapitulasi Justifikasi Anggaran Penelitian

1. Honor
Rp.
3.500.000
2. Peralatan penunjang
Rp.
4.500.000,-
3. Bahan Habis Pakai
Rp.
1.500.000,-
4. Perjalanan
Rp.
3.250.000,-
TOTAL  Rp.  

 rRRp)
12.750.000,-


Lampiran 2.

Jadwal Pelaksanaan Penelitian :
No.
Kegiatan
Waktu pelaksanaan (bulan)
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
2
3
1.
Pelaksanaan persiapan penelitian













a. Perizinan dengan lembaga terkait













b. Penetapan lokasi penelitian













c. Pertemuan awal anggota penelitian













d. Penetapan jadwal penelitian













e. Penetapan bentuk rancangan penelitian













f. Persiapan penyusunan instrument penelitian












2.
Pelaksanaan pra penelitian













a. Penetapan survey lapangan pra penelitian













b. Pertemuan anggota pra penelitian













c. penyusunan laporan pra penelitian












3.
Sosialisasi dan Penetapan pelaksanaan penelitian













a. Sosialisasi penelitian













b. Pertemuan anggota penetapan sosialisasi













c. Uji pakar












4.
Pengadaan alat dan bahan penelitian













a. pembelian alat-alat penunjang













b. pembelian bahan habis pakai












5.
Pelaksanaan Studi Pustaka













a. Searching data pendukung penelitian via internet













b. Studi perpustakaan













c. penyusunan bahan studi perpustakaan












6.
Pelaksanaan pengambilan data di lapangan













a. Pertemuan anggota persiapan pengambilan data di lapangan













b. Koordinasi pengambilan data oleh petugas lapangan













c. penyusunan data hasil pengambilan data di lapangan












7.
Pelaksana analisis data













a. pertemuan anggota persiapan analisis data













b. Mempersiapkan bahan analisis data













c. penyediaan tenaga analisis data













d. Penyusunan bahan hasil analisis data












8.
Penyusunan laporan akhir













a. pertemuan anggota persiapan penyusunan laporan akhir













b. Melakukan penyusunan konsep laporan akhir













c.Penyusunan laporan akhir













d. Konsultasi pakar hasil laporan akhir













e. penyusunan bahan untuk presentasi













f. persiapan untuk pelaksanaan seminar hasil penelitian












9.
Pengadaan dan Pengiriman laporan













a.pelaksanaan penggandaan laporan akhir













b. pengiriman laporan akhir












10.
Publikasi hasil penelitian













a. penyusunan naskah artikel ilmiah













b. Pemuatan naskah artikel ilmiah pada jurnal Nasional dan Internasional













c. Persiapan presentasi hasil penelitian













d. Publikasi hasil penelitian dalam Seminar dan prosiding Nasional MMT ITS tahun 2013












Lampiran 3.  Susunan Organisasi Tim Peneliti/Pelaksana dan Pembagian Tugas
No
Nama / NIDN
Instansi Asal
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu(jam/minggu)
Uraian Tugas
1
 Zulfikar, SP., M.Si./
0724116802
STMIK Bahrul ‘Ulum
Statistika
12 jam/minggu
– Mengkoordinasi proses pengambilan data, pengumpulan data, analisis data, penyusunan interpretasi data, dan penyusunan laporan penelitian.
– Mengkoordinasi persiapan  instrument penelitian, perlengkapan penelitian, dan instrument penunjang.
– Mengkoordinasi penyusunan laporan akhir penelitian, publikasi hasil penelitian dalam seminar nasional/ prosiding.
– Bertanggung jawab terhadap hasil pelaporan penelitian mulai dari laporan harian, laporan kemajuan, laporan akhir dan penggunaan anggaran  penelitian
2
Munawarah/0720107801
STMIK Bahrul ‘Ulum
Sistem Informasi
10 jam/minggu
– Membantu ketua dalam proses pengambilan data, pengumpulan data, analisis data, penyusunan interpretasi data, dan penyusunan laporan penelitian.
– Membantu ketua dalam persiapan  instrument penelitian, perlengkapan penelitian, dan instrument penunjang.
– Membantu ketua dalam penyusunan laporan akhir penelitian, publikasi hasil penelitian dalam seminar nasional/ prosiding.
– Turut bertanggung jawab terhadap hasil pelaporan penelitian mulai dari laporan harian, laporan kemajuan, laporan akhir dan penggunaan anggaran  penelitian
3
























Lampiran 4.

Biodata Ketua Penelitian
A.  Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
 Zulfikar, SP. M.Si
2
Jenis Kelamin
Laki-laki
3
Jabatan Fungsional
 Asisten Ahli
4
NIP/NIK/Identitas lainnya
 UBU.2005.02.10802
5
NIDN
 0724116802
6
Tempat dan Tanggal Lahir
 Sidoarjo, 24 Nopember 1968
7
E-mail
9
Nomor Telepon/HP
 081332270960
10
Alamat Kantor
 Jl. Garuda No. 9 Tambakberas Jombang
11
Nomor Telepon/Faks
 0321-853533
12
Lulusan yang Telah Dihasilkan
S-1 =  22 orang; S-2 = … orang;  S-3 = … orang
13.  Mata Kuliah yg Diampu
1. Statistika dasar
2. Simulasi dan Pemodelan
3. Metodologi Penelitian
4. Komputerisasi Statistik


B. Riwayat Pendidikan

S-1
S–2
S–3
Nama Perguruan Tinggi
 Universitas Syiah Kuala
ITS Surabaya

Bidang Ilmu
 Agronomi
Statistika

Tahun Masuk-Lulus
 1990 – 1995
2003-2005

Judul Skripsi/Tesis/Disertasi
Respon Bibit Nangka (Artocarpus heterophilus lmk) terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen dan ZPT Atonik
Komponen Bias, Variansi dan MSE estimator Kernel dalam Regresi Nonparametrik

Nama Pembimbing/Promotor
Prof. Ir. Kamarlis Karim, M.S
 Prof. Dr. Drs, I Nyoman Budiantara, M.Si

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir
(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No.
Tahun
Judul Penelitian
Pendanaan
Sumber*
Jml (Juta Rp)
1
 2008
Perbandingan Bias Estimator Kernal Nadaraya- Watson dan Locally Linear pada Regresi Nonparametrik(Penelitian Dosen)
 LP2M STMIKBU
 3.500.000,-
2
2010
Estimasi Kernel Order Tinggi untuk Menghitung Value at Risk (VaR) Manajemen Tenaga Kerja(Penelitian Kompetitif Individual)
 Ditpertais Kemenag RI
10.000.000,-
3
 2010
Hubungan antara Kepribadian, Faktor Lingkungan dan Motivasi terhadap Intensi Kewirausahaan Mahasiswa(laporan Penelitian)
 Ditpertais Kemenag RI
 25.000.000,-

2011
Mengkaji Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Keunggulan Kompetitif Pondok Pesantren berbasis Paradigma Masyarakat.(Penelitian Kompetitif Kolektif)
Ditpertais Kemenag RI
45.000.000,-
* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber
lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No.
Tahun
Judul Pengabdian Kepada Masyarakat
Pendanaan
Sumber*
Jml (Juta Rp)
1
2012
Penyusunan Indek Rawan Konflik di Daerah Tertinggal.
Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT RI)
469.000.000,-
Dst.




*  Tuliskan  sumber  pendanaan  baik  dari  skema  pengabdian  kepada  masyarakat  DIKTI maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal alam 5 Tahun Terakhir
No.
Judul Artikel Ilmiah
Nama Jurnal
Volume/ Nomor/Tahun
1
Perbandingan Bias Estimator Kernel Nadaraya- Watson dan Locally Linear pada regresi Non parametrik
SAINTEKBU
Vol 1/ISSN: 1979- 7141/2008 
2
Estimasi Kernel Order Tinggi untuk menghitung VaR Resiko Tenaga Kerja
Prosiding MMT ITS XIII
H-C1/ISBN: 978- 602- 97491- 1-3/2010
3
Upaya Menghadapi Perubahan Lingkungan Strategis dengan Membangun Karakter Pondok Pesantren Ber- Competitive Advantage Melalui Community development Analysis (CDA) dan Networking
SAINTEKBU
Vol IV/ISSN: 1979- 7141/2011
4.
Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Paradigma Masyarakat terhadap Terbentuknya Keunggulan Kompetitif Manajemen Pesantren
Prosiding MMT ITS XV
H-C19/ISBN: 978- 602- 97491- 4-4/2011
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No
Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah
Waktu danTempat
1
Seminar Nasional XIII MMT ITS Surabaya
Estimasi Kernel Order Tinggi untuk menghitung VaR Resiko Tenaga Kerja
Kampus MMT ITS Surabaya
2
Seminar Nasional XV MMT ITS Surabaya
Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Paradigma Masyarakat terhadap Terbentuknya Keunggulan Kompetitif Manajemen Pesantren
Kampus MMT ITS Surabaya
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No
Judul Buku
Tahun
JumlahHalaman
Penerbit
1




2




3




Dst.




H.  Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No.
Judul/Tema  HKI
Tahun
Jenis
Nomor P/ID
1




2




3




Dst.




I.  Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5
Tahun Terakhir
No.
Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya yang Telah Diterapkan
Tahun
TempatPenerapan
ResponMasyarakat
1




2




3




Dst.




Biodata Anggota Tim Peneliti
A.  Identitas Diri
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
 Munawarah, S.Kom
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Jabatan Fungsional
 Asisten Ahli
4
NIP/NIK/Identitas lainnya
UBU.2002.04.10804
5
NIDN
0720107801
6
Tempat dan Tanggal Lahir
Jakarta, 20 – 10 – 1976
7
E-mail

9
Nomor Telepon/HP
0343-633307, 085648601628
10
Alamat Kantor
Jl. Garuda No. 9 Tambakberas Jombang
11
Nomor Telepon/Faks
0321-853533
12
Lulusan yang Telah Dihasilkan
S-1 =  … orang; S-2 = … orang;  S-3 = … orang
13.  Mata Kuliah yg Diampu
1.  Struktur Data
2.  Sistem Basis Data
3.  Sistem Operasi
4.

B. Riwayat Pendidikan

S-1
S–2
S–3
Nama Perguruan Tinggi
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta(STI&K)


Bidang Ilmu
Manajemen Informatika


Tahun Masuk-Lulus
1995-1999


Judul Skripsi/Tesis/Disertasi
Koputerisasi Sistem Penagihan pada PT Sarasa


Nama Pembimbing/Promotor



C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir
(Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi)
No.
Tahun
Judul Penelitian
Pendanaan
Sumber*
Jml (Juta Rp)
1
2009
Pembuatan Home Page Interaktif yang Menangani Buletin Mahasiswa
LP2M
2.500.000,-
Dst.




* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber
lainnya.
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No.
Tahun
Judul Pengabdian Kepada Masyarakat
Pendanaan
Sumber*
Jml (Juta Rp)
1




2




Dst.




*  Tuliskan  sumber  pendanaan  baik  dari  skema  pengabdian  kepada  masyarakat  DIKTI maupun dari sumber lainnya.
E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal alam 5 Tahun Terakhir
No.
Judul Artikel Ilmiah
Nama Jurnal
Volume/ Nomor/Tahun
1
Pembuatan Home Page Interaktif yang Menangai Buletin Mahasiswa
SAINTEKBU
Vol 2/1/ISSN: 1979- 7141/2009 
Dst.



F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No
Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah
Waktu danTempat
1



2



Dst



G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No
Judul Buku
Tahun
JumlahHalaman
Penerbit
1




2




Dst.






H.  Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No.
Judul/Tema  HKI
Tahun
Jenis
Nomor P/ID
1




2




3




Dst.